Menu

Mode Gelap
Unjuk Rasa Mahasiswa UMB di depan Kantor PT. Berau Coal, Mendapat Tanggapan dari Pihak Kontraktor Perusahaan PT. KDC Aksi Peduli Sesama PT. Bara Jaya Utama Bersama Sahabat Agus, Salurkan Bantuan Kepada Warga Korban Bencana Musibah Kebakaran di Kampung Pegat Bukur Kapolres Bontang Gelar Tatap Muka Dengan Masyarakat Kota Bontang Personel Polres PPU Melakukan Pengamanan Rapat Pleno Hari Ke-2 di Seluruh Kantor Kecamatan Kabupaten PPU Ketua LBHK -Wartawan Berau Dorong Penegak Hukum Jerat Mafia Tanah Dengan Pasal TPPU Ditpolairud Polda Kaltim Laksanakan Giat Sosialisasi DIPA T.A. 2023, Penandatanganan Pakta Integritas, Serta Penyerahan Rendisgar

Pendidikan

Potensi Wisata Mancing Udang di Pulau Besing Terabaikan, Warga Harapkan Perhatian Pemerintah

badge-check

Pulau Besing, KaltimNews. Id – Pulau Besing, sebuah kampung kecil di Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, menyimpan daya tarik wisata yang unik. Terletak sekitar 42,7 kilometer dari pusat Kota Tanjung Redeb, pulau yang dihuni sekitar 350 jiwa ini dikenal sebagai surga bagi para pemancing udang galah.Jum’at, (31/1/2025).

Keberadaan habitat udang galah di perairan payau sekitar Pulau Besing sudah lama menjadi daya tarik tersendiri. Menurut M. Yusuf Syahbana, seorang pemuda setempat sekaligus anggota Forum Pemancing Tradisional Pulau Besing (FPTPB), banyak pemancing dari luar daerah, termasuk para pejabat, sengaja datang ke pulau ini untuk merasakan sensasi menarik udang galah sapit hijau dengan metode pancing tradisional.

Wisata Potensial yang Belum Tersentuh

Meskipun memiliki daya tarik yang besar bagi wisatawan pemancing, hingga kini potensi wisata di Pulau Besing belum mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Yusuf mengungkapkan bahwa dalam satu hari, terutama saat musim terbaik atau yang disebut “air udang,” jumlah wisatawan bisa mencapai sepuluh orang lebih.

“Kami tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Kami hanya berharap pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap fasilitas pendukung, seperti perahu dan mesin penggerak, agar kami bisa memberikan pelayanan yang lebih baik bagi wisatawan yang datang,” ujar Yusuf.

Sebagai bentuk inisiatif, para pemuda Pulau Besing telah membentuk komunitas sosial media bernama Pemburu Sapit Biru (Berau) yang beranggotakan para pemancing tradisional. Namun, upaya mereka untuk berkomunikasi dengan Dinas Perikanan terkait pengembangan objek wisata ini belum mendapat tanggapan.

“Kami sudah mencoba menyampaikan aspirasi, tapi sepertinya tidak ada respons dari instansi terkait. Haruskah kami menghadap langsung ke Bupati? Padahal, ini cukup menjadi perhatian dinas terkait atau wakil rakyat di daerah,” tambahnya dengan nada kecewa.

Warga berharap pemerintah daerah segera melihat potensi besar yang ada di Pulau Besing. Dengan sedikit dukungan fasilitas, wisata mancing udang di pulau ini bisa berkembang menjadi destinasi unggulan yang tidak hanya mengangkat nama daerah, tetapi juga meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.(**).
Laporan:Marihot

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rapat Pemda Tanpa PT Berau Coal, Sengketa Lahan Poktan Bumi Subur Tak Kunjung Usai

5 Januari 2026 - 16:07 WIB

Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonkav 13/Satya Lembuswana Gagalkan Upaya Penyelundupan Miras Ilegal di Perbatasan

30 Desember 2025 - 04:48 WIB

Yonzipur 17/AD Siap Diberangkatkan Bantu Percepatan Penanganan Pasca Bencana Alam di Provinsi Aceh

30 Desember 2025 - 04:45 WIB

SITKT Samarinda Sampaikan Ucapan Natal dan Tahun Baru 2026, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan dan Toleransi

25 Desember 2025 - 07:06 WIB

Puskesmas Pulau Derawan Mantapkan Persiapan Menuju BLUD, Efektivitas Pelayanan Jadi Prioritas

25 Desember 2025 - 02:28 WIB

Trending di Pendidikan