| Januari 2, 2026 | Jakarta – Berau
Setelah menyatakan sikap tegas terkait kasus kekerasan dan dugaan pelecehan seksual di Yayasan Panti Asuhan Hidayatullah Berau, Ketua Koordinasi Nasional Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (Kornas TRC-PPA) Jeny Claudya Lumowa atau lebih dikenal sebagai Bunda Naomi mengumumkan bahwa dirinya siap langsung menghubungi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk memastikan para korban mendapatkan perlindungan hukum dan pendampingan yang maksimal.

“Saya telah menghubungi pihak LPSK secara langsung melalui telepon untuk menyampaikan kondisi terkini kasus ini. LPSK telah memberikan tanggapan positif dan siap turun tangan memberikan bantuan hukum serta perlindungan kepada anak-anak korban dan keluarga mereka,” ujar Bunda Naomi dalam konferensi pers yang digelar secara virtual pada hari ini (6/5).
Menurutnya, langkah ini sangat penting mengingat korban dan keluarga mereka mungkin merasa takut dan tidak memiliki akses yang cukup untuk memperoleh bantuan hukum yang layak. “Kita tidak hanya ingin kasus ini diselesaikan dengan adil, tapi juga memastikan anak-anak korban mendapatkan perlindungan yang komprehensif – mulai dari pendampingan psikologis hingga perlindungan fisik agar mereka tidak merasa terancam lagi,” tambahnya.
Bunda Naomi juga menyampaikan bahwa tim dari Kornas TRC-PPA akan segera melakukan kunjungan langsung ke Berau dalam waktu dekat untuk bertemu langsung dengan korban, keluarga mereka, serta pihak aparat penegak hukum yang menangani kasus ini. “Kita akan memastikan bahwa proses penyelidikan berjalan dengan lancar dan tidak ada unsur yang menghambat keadilan bagi para korban,” jelasnya.
Selain menghubungi LPSK, Bunda Naomi juga telah berkoordinasi dengan KPAI untuk menyusun program pendampingan jangka panjang bagi anak-anak korban, termasuk penyediaan layanan konseling dan dukungan pendidikan agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan yang normal.
“Saya juga ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memberikan dukungan kepada korban dan keluarga mereka. Kasus ini harus menjadi momentum bagi kita semua untuk lebih memperhatikan keamanan dan kesejahteraan anak-anak di setiap lembaga sosial,” pungkas Bunda Naomi.
Sementara itu, pihak LPSK mengkonfirmasi bahwa telah menerima informasi dari Bunda Naomi dan telah membentuk tim khusus untuk menangani kasus ini. “Kita akan segera mengirimkan tim ke Berau untuk melakukan asesmen awal dan memberikan bantuan yang diperlukan kepada korban,” ujar seorang perwakilan LPSK yang tidak mau disebutkan namanya.**
Tim.














