Samarinda, Kalimantan Timur — Insiden pelayaran kembali terjadi di Sungai Mahakam pada awal tahun 2026. Untuk kesekian kalinya, Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) di Samarinda ditabrak kapal tongkang pengangkut batu bara.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 4 Januari 2026, sekitar pukul 01.17 WITA. Warga di sekitar Jl. Cipto Mangunkusumo, RT 17, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, dikejutkan oleh suara benturan keras disertai deru mesin kapal. Dua rangkaian kapal tongkang dilaporkan menabrak kaki Jembatan Mahulu.

Berdasarkan laporan, kapal yang terlibat dalam insiden ini adalah TB Bloro 7 yang menarik tongkang Roby 311, serta TB Raja Laksana 166 yang menarik tongkang Danny 95.
Mendapat laporan dari warga sekitar pukul 01.30 WITA,petugas Pamapta dan Polairud Polresta Samarinda segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal dan pengamanan.
Seluruh anak buah kapal (ABK) dari kedua kapal telah diamankan dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan oleh Polairud Polresta Samarinda guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan.
Menurut keterangan Pamapta 1 Polresta Samarinda, Ipda Rifqhi Sactio, insiden tersebut tidak hanya berdampak pada jembatan, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada beberapa dapur rumah warga yang berada di bantaran Sungai Mahakam.
Sementara itu, seorang anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur yang turun langsung ke lokasi menyatakan keprihatinannya atas kejadian berulang ini. Demi menjamin keselamatan masyarakat dan pengguna jembatan, DPRD Kaltim dalam waktu dekat akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP).
RDP tersebut rencananya akan memanggil pihak Pelindo, perusahaan pemilik kapal yang terlibat, serta KSOP Samarinda, untuk meminta klarifikasi dan pertanggungjawaban atas insiden yang kembali mengancam keselamatan infrastruktur vital dan warga sekitar.
Tim.














