Jeny Claudya Lumowa: “Tidak ada perjuangan yang sia-sia, aktivis PPA siap dorong terwujudnya perlindungan yang optimal”
Paser, 14 Januari 2026 – Jeny Claudya Lumowa, Ketua Nasional Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia, menyampaikan semangat khusus untuk seluruh 510 unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di Indonesia. Menurutnya, tahun 2026 ditetapkan sebagai tahun perubahan yang akan membawa kemajuan signifikan dalam upaya perlindungan perempuan dan anak di tanah air.

Perubahan tersebut diwujudkan dengan pelantikan Direktur PPA dan Perlindungan Pengguna Jasa (PPO) baru. Langkah ini akan membuat setiap Polres di seluruh Indonesia memiliki Kepala Satuan (Kasat) PPA dan PPO yang bersifat mandiri. Selain itu, unit PPA juga akan mendapatkan alokasi anggaran tersendiri yang menjadi pijakan kuat untuk menjalankan tugasnya.
“Kami ingin menyampaikan bahwa tidak ada perjuangan yang sia-sia. Dengan adanya struktur yang lebih jelas dan dukungan anggaran sendiri, unit PPA dapat bekerja lebih optimal dalam menangani kasus-kasus yang berkaitan dengan perempuan dan anak,” ucap Jeny Claudya Lumowa.
Ia juga menegaskan bahwa jaringan aktivis PPA se-Indonesia, termasuk yang ada di Kabupaten Paser, telah siap memberikan dukungan komprehensif kepada setiap unit PPA. Dukungan tersebut mencakup pendampingan korban, advokasi kebijakan, serta sosialisasi pentingnya perlindungan hak-hak perempuan dan anak kepada masyarakat. Aktivis PPA akan bekerja sama erat dengan Kasat PPA dan PPO untuk memastikan setiap kasus mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat.
“Kita bukan hanya berdiri di belakang, melainkan akan aktif terlibat dalam setiap tahapan, mulai dari pencegahan hingga pemulihan korban. Ini adalah komitmen kita sebagai aktivis yang telah lama berjuang untuk keadilan bagi perempuan dan anak,” tambahnya.
JENY CLAUDYA LUMOWA
KORNAS TRCPPA INDONESIA














