Balikpapan – Panglima Kodam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono, menegaskan bahwa tantangan bangsa saat ini tidak lagi sebatas konflik fisik atau perang konvensional, melainkan telah bergeser menjadi perang narasi dan informasi yang membutuhkan peran strategis media sebagai garda terdepan.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan silaturahmi bersama awak media di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (27/3/2026), yang digelar di Skybox Kodam VI/Mulawarman yang difungsikan sebagai media center.

Dalam sambutannya, Pangdam menekankan bahwa media memiliki peran penting dalam menjaga persatuan bangsa di tengah derasnya arus informasi yang tidak selalu sejalan dengan kepentingan nasional.
“Perang saat ini bukan sekadar perang konvensional yang terlihat, tetapi juga perang narasi. Di sinilah peran media menjadi sangat penting untuk menjaga arah informasi dan memperkuat persatuan,” ujar Krido Pramono.
Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia sebagai negara yang kaya akan keberagaman suku, budaya, dan sumber daya alam harus terus menjaga soliditas agar tidak mudah terpecah oleh isu-isu yang berkembang di ruang publik.
Menurutnya, persatuan menjadi kunci utama kekuatan bangsa. Tanpa persatuan, potensi konflik dan perpecahan akan semakin besar, terutama jika dipicu oleh informasi yang tidak terkelola dengan baik.
“Indonesia lahir dalam keberagaman. Kalau kita bersatu, bangsa ini kuat. Tapi jika persatuan itu hilang, maka kekuatan kita juga akan melemah,” tegasnya.
Selain itu, Pangdam juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk media, untuk ikut berperan dalam menjaga alam sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
“Alam juga butuh kita. Kita tidak hanya menjaga sesama manusia, tetapi juga menjaga lingkungan agar tetap berkelanjutan,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengajak generasi muda untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi negatif yang dapat merusak karakter bangsa. Menurutnya, penguatan nilai-nilai kebangsaan dan ideologi harus terus dilakukan agar Indonesia tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan global.
Pangdam juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan insan media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang membangun dan edukatif bagi masyarakat.
Kegiatan silaturahmi ini diharapkan menjadi wadah komunikasi yang berkelanjutan antara TNI dan media dalam menjaga stabilitas, memperkuat karakter bangsa, serta menangkal berbagai bentuk ancaman non-militer di era digital. (DEGE)














