Samarinda— Kursi Direktur Utama (Dirut) Bankaltimtara yang saat ini dijabat Muhammad Yamin berpotensi mengalami pergantian lebih cepat dari masa jabatannya. Wacana tersebut mencuat dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 yang digelar menjelang Lebaran.
Muhammad Yamin, Dirut Bankaltimtara periode 2024–2028, menjadi sosok yang kemungkinan akan digantikan. Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud selaku pemegang saham pengendali (PSP) menjadi pihak yang mendorong percepatan pergantian. Sementara Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang meminta proses dilakukan setelah Lebaran.

RUPS mengusulkan percepatan pergantian Dirut Bankaltimtara, meskipun masa jabatan Muhammad Yamin masih tersisa sekitar dua tahun. Selain Dirut, dua direksi lainnya juga turut diganti.
Wacana ini mengemuka dalam RUPS sebelum Lebaran 2025, dengan proses lanjutan direncanakan berlangsung setelah hari raya.
Keputusan tersebut berkaitan dengan pengelolaan Bankaltimtara, bank pembangunan daerah milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Hingga kini, alasan resmi percepatan pergantian belum dijelaskan secara terbuka oleh pemegang saham. DPRD Kalimantan Timur melalui Komisi II mengaku belum menerima penjelasan resmi dan tidak dilibatkan dalam proses tersebut. Situasi ini memunculkan berbagai spekulasi, termasuk dugaan adanya kepentingan tertentu di balik kebijakan tersebut.
Dua nama calon pengganti Dirut telah dinyatakan lolos uji kelayakan dan kepatutan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yakni Romy Wijayanto dan Amri Mauraga. Keputusan akhir berada di tangan Gubernur sebagai PSP.
Romy Wijayanto merupakan mantan Direktur Keuangan & Strategi Bank DKI dengan sejumlah prestasi nasional. Sementara Amri Mauraga pernah menjabat Dirut Bank Sulselbar sebelum mengundurkan diri pada 2022.
Masuknya kandidat dari luar daerah memunculkan kritik karena dinilai berpotensi memutus tradisi kepemimpinan Bankaltimtara yang selama ini berasal dari internal atau SDM lokal. Sebelumnya, posisi Dirut selalu diisi oleh figur yang berkarier dari dalam bank, seperti Zainuddin Fanani dan Aminuddin.
Beberapa nama internal sebenarnya sempat muncul sebagai kandidat, seperti Ivan Kusnandar dan Ismunandar Azis. Namun, keduanya tidak lolos ke tahap akhir seleksi.
Muhammad Yamin sendiri dilantik sebagai Dirut pada 11 September 2020 di tengah pandemi Covid-19. Dalam masa kepemimpinannya, Bankaltimtara dinilai mampu bertahan dan berkembang, termasuk meningkatkan modal inti hingga masuk kategori KBMI 2.
Ia juga berhasil mendorong penambahan penyertaan modal dari Pemprov Kaltim serta membawa Bankaltimtara terlibat dalam pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Atas kinerjanya, Yamin menerima berbagai penghargaan, termasuk TOP 100 CEO Terbaik 2023 versi Infobank dan TOP CEO BUMD 2025.
Rencana pergantian ini juga memunculkan kembali perdebatan mengenai keberpihakan terhadap SDM lokal. Sejumlah pihak menilai kebijakan mendatangkan pemimpin dari luar daerah dapat mengabaikan potensi internal yang telah lama berkontribusi.
Di sisi lain, belum adanya transparansi alasan pergantian membuat publik dan pemangku kepentingan mempertanyakan arah kebijakan pemegang saham dalam menentukan kepemimpinan Bankaltimtara ke depan.
HR.














