Menu

Mode Gelap
Unjuk Rasa Mahasiswa UMB di depan Kantor PT. Berau Coal, Mendapat Tanggapan dari Pihak Kontraktor Perusahaan PT. KDC Aksi Peduli Sesama PT. Bara Jaya Utama Bersama Sahabat Agus, Salurkan Bantuan Kepada Warga Korban Bencana Musibah Kebakaran di Kampung Pegat Bukur Kapolres Bontang Gelar Tatap Muka Dengan Masyarakat Kota Bontang Personel Polres PPU Melakukan Pengamanan Rapat Pleno Hari Ke-2 di Seluruh Kantor Kecamatan Kabupaten PPU Ketua LBHK -Wartawan Berau Dorong Penegak Hukum Jerat Mafia Tanah Dengan Pasal TPPU Ditpolairud Polda Kaltim Laksanakan Giat Sosialisasi DIPA T.A. 2023, Penandatanganan Pakta Integritas, Serta Penyerahan Rendisgar

Pendidikan

Ratusan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Berau, Melakukan Unjukrasa di depan Kantor PT. Berau Coal, Minta Agar Penambangan di Lahan Kampus Milik Muhammadiyah di Hentikan

badge-check

Kabupaten Berau – KaltimNews. id – Ratusan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah, melakukan unjuk rasa di kantor Berau Coal yang ada di Kabupaten Berau, tuntutan daripada Mahasiswa adalah meminta pihak PT. Berau Coal menghentikan sementara aktivitas penambangan yang diduga diserobot oleh Perusahaan tambang yang ada di Kab. Berau, Tampa melakukan koordinasi terlebih dahulu dari pihak Universitas Muhammadiyah yang mengklaim lahan yang di garap oleh Berau Coal adalah milik Syarikat Muhammadiyah, unjuk rasa Mahasiswa dilakukan pada pukul 9.00, senin, (26/2/2024), Kab. Berau.

Perusahaan tambang di Kabupaten Berau diduga telah melakukan aktivitas pertambangan di lahan milik Universitas Muhammadiyah Berau., aktivitas penambangan tersebut mendapatkan reaksi keras dari adek-adek Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Berau.

“Syainuddin, salah satu mahasiswa sebagai korlap aksi unjuk rasa yang dilakukan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah, menuntut pihak Perusahaan, agar menghentikan sementara aktivitas penambangan yang dilakukan oleh pihak perusahaan, karena menurutnya bahwa status lahan tersebut ganda dan harus diselesaikan lewat pengadilan terlebih dahulu.” ucap Syainuddin korlap aksi kepada media.

Hingga kini belum ada tanggapan dari pihak Perusahaan Berau Coal, terkait unjuk rasa dari adek-adek mahasiswa Universitas Muhammadiyah Berau.
Selain itu, Mahasiswa berharap penambangan itu dihentikan, selain merusak ekosistem yang ada, lahan itu juga menjadi salah satu lahan penelitian bagi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Berau.

Sengketa lahan Universitas Muhammadiyah Berau ini, diharapkan dapat ditempuh lewat jalur hukum, agar tidak ada pihak-pihak yang dirugikan, selanjutnya adek-adek mahasiswa menyerukan agar aktivitas pertambangan dihentikan sementara, sampai status tanah tersebut dapat diketahui siapa yang berhak sebagai pemiliknya.

Tampak lokasi lahan yang di klaim Milik Persyarikatan Muhammadiyah, yang di duga di serobot oleh Perusahaan Tambang yang ada di Kabupaten Berau.

“Pihaknya sudah melaporkan dugaan penyerobotan lahan yang dimiliki persyarikatan Muhammadiyah, yang kedepannya akan digunakan untuk kampus, dan lahan penelitian serta pembuatan laboratorium,”

Mahasiswa yang melakukan aksi unjukrasa, sangat prihatin dengan tindakan semena-mena dari pihak Perusahaan Tambang yang ada di lokasi milik lahan Universitas Muhammadiyah dengan melakukan dugaan penyerobotan lahan dengan melakukan kegiatan ktivitas pertambangan, yang di klain juga milik persyarikatan Muhammadiyah.

Tim KaltimNews/RED

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rapat Pemda Tanpa PT Berau Coal, Sengketa Lahan Poktan Bumi Subur Tak Kunjung Usai

5 Januari 2026 - 16:07 WIB

Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonkav 13/Satya Lembuswana Gagalkan Upaya Penyelundupan Miras Ilegal di Perbatasan

30 Desember 2025 - 04:48 WIB

Yonzipur 17/AD Siap Diberangkatkan Bantu Percepatan Penanganan Pasca Bencana Alam di Provinsi Aceh

30 Desember 2025 - 04:45 WIB

SITKT Samarinda Sampaikan Ucapan Natal dan Tahun Baru 2026, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan dan Toleransi

25 Desember 2025 - 07:06 WIB

Puskesmas Pulau Derawan Mantapkan Persiapan Menuju BLUD, Efektivitas Pelayanan Jadi Prioritas

25 Desember 2025 - 02:28 WIB

Trending di Pendidikan