Kelay – Kaltim News. Id
Kampung Muara Lesan, Kecamatan Kelay, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya. Gagasan ini kini mulai digerakkan oleh generasi muda setempat yang menyatakan kesiapan mereka untuk berperan aktif dalam memajukan kampung halaman.

Visi dan misi pembangunan Kampung Muara Lesan merupakan bagian dari upaya mewujudkan kemandirian dan kemajuan, demi terciptanya kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Untuk itu, dibutuhkan peran serta masyarakat yang visioner serta memiliki kepedulian terhadap potensi daerahnya sendiri.
Kampung Muara Lesan, yang kerap disebut Kelay atau Kallay—nama yang juga menjadi ibu kota Kecamatan Kelay—didominasi oleh masyarakat Banua atau Suku Berau. Hal tersebut menjadikan bahasa, adat, dan budaya lokal masih terjaga hingga saat ini.
Melihat peluang tersebut, sejumlah pemuda yang berasal dari keluarga besar Muara Lesan bertekad membawa kampung mereka bangkit dengan menjual potensi budaya yang dimiliki. Salah satunya adalah Hendra Gunawan, putra dari H. Fahrudin, tokoh masyarakat Banua.
Hendra menegaskan bahwa sudah saatnya generasi muda turut ambil bagian dalam memajukan kampung kelahiran para leluhur mereka. Bersama rekan-rekannya, ia berencana membawa gagasan pengembangan wisata budaya ini ke dalam musyawarah bersama Kepala Kampung serta para tokoh masyarakat Muara Lesan.
“Kami ingin ikut berperan aktif membangun kampung kelahiran kami agar memiliki nilai tambah, khususnya melalui potensi budaya,” ungkap Hendra saat berbincang di sela acara keluarga di Sambaliung.
Salah satu potensi budaya yang dinilai sangat layak dikembangkan sebagai daya tarik wisata adalah tradisi Mangamping.Tradisi ini merupakan pesta adat yang menghadirkan makanan khas berbahan dasar padi ketan muda yang ditumbuk hingga menjadi gumpalan beras lembut dan empuk, kemudian disajikan kepada tamu dengan paduan gula merah dan kelapa muda.
Menurut Hendra, jika tradisi Mangamping ini dikemas dan dilaksanakan secara konsisten sebagai agenda budaya, maka potensinya tidak kalah dengan tradisi Bakudung Batiung di Kampung Tumbit Dayak maupun Meja Panjang di Kampung Merasa.
Dengan semangat generasi muda serta dukungan masyarakat dan pemerintah kampung, Muara Lesan diyakini mampu menjadi salah satu pusat wisata budaya unggulan di Kecamatan Kelay.
Tim KN, (MR).














