Menu

Mode Gelap
Unjuk Rasa Mahasiswa UMB di depan Kantor PT. Berau Coal, Mendapat Tanggapan dari Pihak Kontraktor Perusahaan PT. KDC Aksi Peduli Sesama PT. Bara Jaya Utama Bersama Sahabat Agus, Salurkan Bantuan Kepada Warga Korban Bencana Musibah Kebakaran di Kampung Pegat Bukur Kapolres Bontang Gelar Tatap Muka Dengan Masyarakat Kota Bontang Personel Polres PPU Melakukan Pengamanan Rapat Pleno Hari Ke-2 di Seluruh Kantor Kecamatan Kabupaten PPU Ketua LBHK -Wartawan Berau Dorong Penegak Hukum Jerat Mafia Tanah Dengan Pasal TPPU Ditpolairud Polda Kaltim Laksanakan Giat Sosialisasi DIPA T.A. 2023, Penandatanganan Pakta Integritas, Serta Penyerahan Rendisgar

Pendidikan

Hasil Lab Positif SALMONELLA, Belum ada di Jadikan Tersangka Terkait Keracunan Makanan yang Dialami 88 Orang Karyawan PT. SMJ

badge-check

Berau | Derap Kalimantan. Com | Perlu diketahui bahwa pres release hasil Lab yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Berau, Berdasarkan hasil uji laboratorium nomor LHU.100.M.08.13.24.0019 terhadap sampel makanan yang diduga sebagai sumber keracunan pangan di PT.SMJ pada tanggal 19 September 2024, diperoleh hasil positif salmonella pada salah satu menu makanan.
Dimana pemeriksaan dilakukan di Laboratorium BPOM Samarinda terhadap menu makanan yang diduga sebagai sumber keracunan makanan yaitu pada menu makan siang pada tanggal 19 September 2024 untuk karyawan yang disediakan oleh catering perusahaan.

Keracunan terjadi terhadap 88 orang karyawan berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan oleh Tim Gerak Cepat (TGC) Dinkes Berau dan data sekunder yang dilaporkan oleh perusahaan.
Adapun gejala yang timbul pada korban adalah mual, muntah, diare, sakit perut, demam dan sakit kepala.
Hal tersebut dikarenakan menu makanan yang disediakan catering perusahaan pada tanggal 19 September 2024 terkontaminasi bakteri salmonella sehingga karyawan mengalami infeksi pencernaan akibat bakteri salmonella atau disebut salmonellosis.

Sebagai tindak lanjut penanggulangan KLB Keracunan Makanan di PT.SMJ telah dilakukan Penyelidikan Epidemiologi dan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) terhadap catering penyedia makanan PT.SMJ yang kemudian diberikan rekomendasi perbaikan dalam pengelolaan jasa boga catering perusahaan.

Dihimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Berau dan penyedia jasa catering atau jasa boga agar lebih memperhatikan hygiene sanitasi dalam pengolahan makanan baik untuk konsumsi sendiri maupun hajatan orang banyak.
Demikian press release ini disampaikan sebagai informasi bagi masyarakat Kabupaten Berau.Tanjung Redeb, 14 Oktober 2024, Kepala Dinas Kesehatan Lamlay Sarie, S.Si, Apt., M.Sc.
Hingga keluarnya hasil lab pemeriksaan yang dilakukan di Laboratorium BPOM Samarinda terhadap menu makanan yang diduga sebagai sumber keracunan makanan, belum ada dijadikan tersangka oleh penegak hukum atau pihak yang bertanggung jawab atas Kejadian Luar biasa keracunan makanan di PT. SMJ Kabupaten Berau yang dialami 88 orang karyawan PT. SMJ beberapa minggu yang lalu.
Saat pewarta menanyakan langsung ke Ibu Kadis Kesehatan Kabupaten Berau, Pemilik Jasa boga catring yang mana mengelola di PT. SMJ, sehingga disebutkan PT. APS (Aruna Pangan Selaras), yang diduga pemilik sahamnya Berinisial TG, yang pernah menghubungi kadis Kesehatan berau Lamlay Sarie, S.Si, Apt., M.Sc melalui telpon selulernya.
Hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan daripada pihak Perusahaan jasa boga yang dimaksud. (Tim RED).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

23 Maret 2026 - 15:53 WIB

Tahanan dalam Kondisi Darurat Jelang Lebaran, PN Prabumulih Terbitkan Pembantaran Penahanan

19 Maret 2026 - 07:43 WIB

Revitalisasi Sekolah 2026 Prioritaskan yang Rusak Berat, 3T, dan Terdampak Bencana

24 Februari 2026 - 22:27 WIB

Polri PTDH Eks Kapolres Bima Kota Usai Terbukti Terlibat Narkoba dan Perilaku Tercela

20 Februari 2026 - 09:27 WIB

Sambut Hari Pers Nasional 2026, Pembina Semua Media Pers Nasional Prof Sutan Nasomal HPN Bukan Milik Satu Organisasi Tetapi Milik Seluruh Insan Pers

8 Februari 2026 - 09:05 WIB

Trending di Pendidikan