Menu

Mode Gelap
Unjuk Rasa Mahasiswa UMB di depan Kantor PT. Berau Coal, Mendapat Tanggapan dari Pihak Kontraktor Perusahaan PT. KDC Aksi Peduli Sesama PT. Bara Jaya Utama Bersama Sahabat Agus, Salurkan Bantuan Kepada Warga Korban Bencana Musibah Kebakaran di Kampung Pegat Bukur Kapolres Bontang Gelar Tatap Muka Dengan Masyarakat Kota Bontang Personel Polres PPU Melakukan Pengamanan Rapat Pleno Hari Ke-2 di Seluruh Kantor Kecamatan Kabupaten PPU Ketua LBHK -Wartawan Berau Dorong Penegak Hukum Jerat Mafia Tanah Dengan Pasal TPPU Ditpolairud Polda Kaltim Laksanakan Giat Sosialisasi DIPA T.A. 2023, Penandatanganan Pakta Integritas, Serta Penyerahan Rendisgar

Daerah

Jembatan Mahakam Ulu Kembali Ditabrak Tongkang Batu Bara, Warga dan DPRD Kaltim Bereaksi

badge-check


					Jembatan Mahakam Ulu Kembali Ditabrak Tongkang Batu Bara, Warga dan DPRD Kaltim Bereaksi Perbesar

Samarinda, Kalimantan Timur — Insiden pelayaran kembali terjadi di Sungai Mahakam pada awal tahun 2026. Untuk kesekian kalinya, Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) di Samarinda ditabrak kapal tongkang pengangkut batu bara.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 4 Januari 2026, sekitar pukul 01.17 WITA. Warga di sekitar Jl. Cipto Mangunkusumo, RT 17, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, dikejutkan oleh suara benturan keras disertai deru mesin kapal. Dua rangkaian kapal tongkang dilaporkan menabrak kaki Jembatan Mahulu.

Berdasarkan laporan, kapal yang terlibat dalam insiden ini adalah TB Bloro 7 yang menarik tongkang Roby 311, serta TB Raja Laksana 166 yang menarik tongkang Danny 95.

Mendapat laporan dari warga sekitar pukul 01.30 WITA,petugas Pamapta dan Polairud Polresta Samarinda segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal dan pengamanan.

Seluruh anak buah kapal (ABK) dari kedua kapal telah diamankan dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan oleh Polairud Polresta Samarinda guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan.

Menurut keterangan Pamapta 1 Polresta Samarinda, Ipda Rifqhi Sactio, insiden tersebut tidak hanya berdampak pada jembatan, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada beberapa dapur rumah warga yang berada di bantaran Sungai Mahakam.

Sementara itu, seorang anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur yang turun langsung ke lokasi menyatakan keprihatinannya atas kejadian berulang ini. Demi menjamin keselamatan masyarakat dan pengguna jembatan, DPRD Kaltim dalam waktu dekat akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP).

RDP tersebut rencananya akan memanggil pihak Pelindo, perusahaan pemilik kapal yang terlibat, serta KSOP Samarinda, untuk meminta klarifikasi dan pertanggungjawaban atas insiden yang kembali mengancam keselamatan infrastruktur vital dan warga sekitar.

Tim.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rumah Warga Jalan Kakap Samarinda Retak Diduga Dampak Proyek Terowongan, Warga Tuntut Ganti Rugi Rp50 Juta

26 Januari 2026 - 14:09 WIB

Penagihan Listrik Dinilai Abaikan Kepentingan Sosial, Asrama Putri Berau di Samarinda Terancam Pemutusan PLN

26 Januari 2026 - 05:59 WIB

Jembatan Mahulu Ditabrak Lagi, Negara Absen Mengawasi Tongkang Batu Bara?

25 Januari 2026 - 22:39 WIB

Gunung Kombeng: Potensi Wisata Alam dan Jejak Sejarah yang Terabaikan

22 Januari 2026 - 04:00 WIB

Publik Samarinda Tegas Minta Audit Probebaya 2022–2025, Wali Kota Dinilai Menghindar

20 Januari 2026 - 10:17 WIB

Trending di Daerah