Menu

Mode Gelap
Unjuk Rasa Mahasiswa UMB di depan Kantor PT. Berau Coal, Mendapat Tanggapan dari Pihak Kontraktor Perusahaan PT. KDC Aksi Peduli Sesama PT. Bara Jaya Utama Bersama Sahabat Agus, Salurkan Bantuan Kepada Warga Korban Bencana Musibah Kebakaran di Kampung Pegat Bukur Kapolres Bontang Gelar Tatap Muka Dengan Masyarakat Kota Bontang Personel Polres PPU Melakukan Pengamanan Rapat Pleno Hari Ke-2 di Seluruh Kantor Kecamatan Kabupaten PPU Ketua LBHK -Wartawan Berau Dorong Penegak Hukum Jerat Mafia Tanah Dengan Pasal TPPU Ditpolairud Polda Kaltim Laksanakan Giat Sosialisasi DIPA T.A. 2023, Penandatanganan Pakta Integritas, Serta Penyerahan Rendisgar

Pendidikan

Proyek Rp 56,7 Miliar di Rantau Pulung Disorot Warga: Jalan Berlubang, Kualitas Dipertanyakan

badge-check

Kutim, KaltimNews. Id – Kekecewaan warga Rantau Pulung terhadap proyek pengaspalan jalan semakin memuncak. Jalan poros Rantau Pulung, yang baru saja dikerjakan dengan anggaran fantastis sebesar Rp 56,7 miliar, justru sudah dipenuhi lubang dan genangan air. Kondisi ini memicu kemarahan masyarakat yang menilai kualitas pengerjaan proyek jauh dari standar yang seharusnya.Kamis, (30/1/2025).

Proyek peningkatan jalan yang menghubungkan Simpang 3 Manunggal Jaya, Kecamatan Rantau Pulung, dikerjakan oleh PT. Mitra Agung Indonesia dengan kontrak kerja bernomor 600.620/670.f/DPUPR-KT//BM/SPK.MY.106/VII/2023. Kontrak tersebut ditandatangani pada 26 Juli 2023 dengan durasi pengerjaan 450 hari kalender, menggunakan dana dari APBD Kabupaten Kutai Timur tahun anggaran 2023/2024.

Namun, hasil di lapangan jauh dari harapan. Bukannya memberikan infrastruktur berkualitas, proyek ini malah menghadirkan jalan yang cepat rusak, menimbulkan kubangan air, dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Warga Kecewa: “Jalan Malah Jadi Kubangan!”
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya terhadap proyek ini.

“Kami sangat kecewa! Anggarannya puluhan miliar, tetapi hasilnya justru seperti ini. Jalan baru selesai dikerjakan, tapi sudah berlubang dan rusak. Seharusnya kontraktor bekerja dengan profesional, dan pihak PPK Dinas PUPR Kutim lebih ketat dalam pengawasan,” ujar warga tersebut.

Warga menuntut transparansi terkait penggunaan anggaran serta kualitas pekerjaan yang dihasilkan. Mereka mempertanyakan bagaimana proyek sebesar ini bisa menghasilkan jalan yang begitu buruk dalam waktu singkat.

Desakan Investigasi dan Pemanggilan Pihak Terkait
Atas kondisi ini, masyarakat Rantau Pulung mendesak Kejaksaan Negeri Kutai Timur untuk segera turun tangan. Mereka meminta agar pihak yang bertanggung jawab, termasuk PPK Dinas PUPR Kutim dan kontraktor pelaksana, segera dipanggil untuk memberikan penjelasan terkait hasil proyek yang dinilai tidak layak.

Masyarakat juga meminta pemerintah daerah melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap proyek infrastruktur agar dana yang digelontorkan tidak sia-sia.

“Jangan sampai proyek sebesar ini hanya menjadi ajang pemborosan anggaran tanpa manfaat nyata bagi masyarakat. Kami butuh jalan yang layak, bukan proyek asal jadi!” tegas salah satu warga.

Atas temuan ini, menurut awak media ini berharap pejabat PUPR Kabupaten Kutim dapat memasukkan para kontraktor yang pengerjaan proyek dinilai asal dimasukkan daftar hitam, agar proyek berikut nya tidak diberi kesempatan, karena bekerja dinilai tidak profesional.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak PPK Dinas PUPR Kutim maupun kontraktor pelaksana terkait temuan di lapangan, bahkan Kedes Setempat enggan memberikan tanggapan, saat dihubungi oleh media. (***)
Laporan: Tim RED.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rapat Pemda Tanpa PT Berau Coal, Sengketa Lahan Poktan Bumi Subur Tak Kunjung Usai

5 Januari 2026 - 16:07 WIB

Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonkav 13/Satya Lembuswana Gagalkan Upaya Penyelundupan Miras Ilegal di Perbatasan

30 Desember 2025 - 04:48 WIB

Yonzipur 17/AD Siap Diberangkatkan Bantu Percepatan Penanganan Pasca Bencana Alam di Provinsi Aceh

30 Desember 2025 - 04:45 WIB

SITKT Samarinda Sampaikan Ucapan Natal dan Tahun Baru 2026, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan dan Toleransi

25 Desember 2025 - 07:06 WIB

Puskesmas Pulau Derawan Mantapkan Persiapan Menuju BLUD, Efektivitas Pelayanan Jadi Prioritas

25 Desember 2025 - 02:28 WIB

Trending di Pendidikan