BERAU, KALTIM – Sejumlah warga di Kecamatan Sambaliung kembali menyuarakan keluhan terkait lonjakan tagihan air bersih yang dinilai tidak wajar. Salah seorang pelanggan bahkan mengaku menerima tagihan hingga Rp494.300 untuk periode April 2026, meski penggunaan air disebut tidak mengalami perubahan signifikan.
Keluhan tersebut disampaikan oleh Adi warga Jalan Teluk Semangka Gang Berlian RT 15, Sambaliung. Ia mengaku terkejut saat mengetahui nominal tagihan air yang diterimanya jauh lebih tinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya.

“Tagihan melonjak drastis padahal pemakaian seperti biasa. Sangat memberatkan dan tidak masuk akal,” ujar Adi, Jumat (8/5/2026).
Menurut Adi, kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya besar karena aktivitas penggunaan air di rumahnya tetap normal seperti hari-hari sebelumnya. Ia berharap ada penjelasan rinci dari pihak pengelola terkait dasar perhitungan tagihan tersebut.
Keluhan serupa juga disampaikan Rahmad, tetangga Adi. Ia menjelaskan bahwa dirinya bersama tiga rumah lainnya menggunakan satu sambungan air yang terhubung atas nama pelanggan IL. Menurutnya, meski dipakai oleh empat rumah sekaligus, total tagihan yang diterima hanya sekitar Rp291.200.
“Kami memakai air ikut sambung bersama Pak Ilham. Ada empat rumah yang menggunakan sambungan ini, total tagihannya Rp291.200,” kata Rahmad.
Perbedaan nominal tagihan yang cukup jauh itu memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Warga menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius karena dianggap tidak sebanding dengan volume penggunaan air sehari-hari.
Berdasarkan data tiket layanan bernomor PE/06/260504/0023 tertanggal 4 Mei 2026, pelanggan diketahui telah mengajukan permohonan tera meter guna memastikan kondisi alat ukur air yang digunakan.
Menanggapi keluhan pelanggan, pihak pengelola layanan air menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan water meter dalam kondisi normal. Pemeriksaan disebut telah dilakukan secara langsung dan disaksikan oleh pelanggan bersangkutan.
Meski demikian, pelanggan tetap mempertanyakan penyebab lonjakan tagihan yang terjadi. Warga menilai perlu ada penelusuran lebih mendalam agar persoalan tersebut dapat dijelaskan secara transparan.
Pihak pengelola menyebut terdapat beberapa faktor yang berpotensi menyebabkan tagihan air meningkat meskipun meteran dinyatakan normal. Di antaranya kelalaian penggunaan air seperti keran yang lupa ditutup, adanya kebocoran pipa dari meteran menuju rumah pelanggan, hingga tingginya intensitas pemakaian air.
Namun penjelasan tersebut belum sepenuhnya menjawab keresahan masyarakat. Warga meminta dilakukan pengecekan ulang secara menyeluruh, baik terhadap instalasi jaringan pipa maupun sistem perhitungan tagihan, guna memastikan tidak terjadi kesalahan pencatatan ataupun gangguan teknis lainnya.
Selain itu, masyarakat juga berharap adanya transparansi dari pihak penyedia layanan air terkait mekanisme penghitungan tagihan. Warga meminta kebijakan yang lebih berpihak kepada pelanggan agar tarif yang dibebankan benar-benar sesuai dengan volume penggunaan air yang sebenarnya dan tidak memberatkan kondisi ekonomi masyarakat.
Jurnalis: Puji Astuti














