Menu

Mode Gelap
Unjuk Rasa Mahasiswa UMB di depan Kantor PT. Berau Coal, Mendapat Tanggapan dari Pihak Kontraktor Perusahaan PT. KDC Aksi Peduli Sesama PT. Bara Jaya Utama Bersama Sahabat Agus, Salurkan Bantuan Kepada Warga Korban Bencana Musibah Kebakaran di Kampung Pegat Bukur Kapolres Bontang Gelar Tatap Muka Dengan Masyarakat Kota Bontang Personel Polres PPU Melakukan Pengamanan Rapat Pleno Hari Ke-2 di Seluruh Kantor Kecamatan Kabupaten PPU Ketua LBHK -Wartawan Berau Dorong Penegak Hukum Jerat Mafia Tanah Dengan Pasal TPPU Ditpolairud Polda Kaltim Laksanakan Giat Sosialisasi DIPA T.A. 2023, Penandatanganan Pakta Integritas, Serta Penyerahan Rendisgar

Daerah

DPK KNPI Loa Janan: Sunmori Jadi “Teror Mingguan”, Polisi Dinilai Lakukan Pembiaran Terbuka

badge-check


					DPK KNPI Loa Janan: Sunmori Jadi “Teror Mingguan”, Polisi Dinilai Lakukan Pembiaran Terbuka Perbesar

Kaltim News. Id— Maraknya aktivitas Sunday Morning Ride (Sunmori) di Jalan Poros Samarinda–Balikpapan kembali menuai kecaman keras. Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) KNPI Loa Janan menilai kegiatan tersebut telah berubah menjadi ancaman serius bagi keselamatan publik, namun ironisnya terus berlangsung tanpa penindakan tegas dan rutin dari aparat kepolisian.

Kritik tajam ini disampaikan Sekretaris Umum DPK KNPI Loa Janan, Muhammad Hasbi, saat diwawancarai pada Minggu (4/1/2026). Ia menyebut Sunmori sebagai “teror mingguan” yang setiap akhir pekan mempertaruhkan nyawa pengguna jalan dan warga sekitar.

“Ini bukan lagi sekadar hobi komunitas motor. Ini sudah menjadi teror bagi pengguna jalan. Kecelakaan terus berulang, korban berjatuhan, keresahan meluas, tetapi aparat seolah menutup mata,” tegas Hasbi.

Hasbi secara terbuka mengkritik **Polres Kutai Kartanegara** dan **Polsek Loa Janan** yang dinilainya gagal menjalankan fungsi penegakan hukum dan perlindungan keselamatan masyarakat. Ia menolak alasan teknis yang kerap dijadikan pembenaran atas tidak adanya penertiban rutin.

“Jangan lagi bersembunyi di balik alasan teknis. Sunmori ini bukan kejadian tiba-tiba. Semua orang tahu jamnya, harinya, dan lokasinya. Kalau polisi mau menertibkan, sangat bisa. Tapi faktanya tidak dilakukan. Ini bukan kelalaian biasa, ini pembiaran,” ujarnya.

Menurut Hasbi, pembiaran tersebut semakin ironis mengingat lokasi Sunmori berada di jalur strategis dan vital yang seharusnya mendapat pengawasan ketat.

“Jalur vital negara dijadikan arena adrenalin liar. Ini ironi. Kalau hukum hanya tegas kepada rakyat kecil tapi lunak terhadap pelanggaran yang masif dan terbuka, wajar jika publik kehilangan kepercayaan,” katanya.

Hasbi menegaskan aparat kepolisian tidak bisa terus berlindung pada pola penanganan pascakejadian. Ketika potensi bahaya sudah diketahui sejak awal, kata dia, tanggung jawab aparat tidak hanya bersifat hukum, tetapi juga moral dan politik.

“Ketika aparat tahu ada potensi bahaya dan pelanggaran, namun membiarkannya berulang, maka aparat ikut bertanggung jawab secara moral dan politik atas setiap korban. Jangan hanya datang setelah kejadian lalu memasang garis polisi,” tegasnya.

DPK KNPI Loa Janan mendesak kepolisian agar segera melakukan penertiban rutin, konsisten, dan tanpa kompromi, bukan sekadar razia simbolik yang muncul sesekali atau setelah tekanan publik.

“Keselamatan rakyat tidak boleh dikorbankan oleh pembiaran yang sistematis. Negara tidak boleh kalah oleh kebisingan knalpot dan ego kelompok. Polisi harus hadir sebelum korban berikutnya jatuh, bukan setelahnya,” pungkas Hasbi.

Tim KN

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Antrean Mengular, BBM Subsidi Diduga “Ditap”: Warga Paser Belengkong Desak Aparat Bertindak

3 Mei 2026 - 23:21 WIB

Pelantikan DR. IR. H. Seno Aji sebagai Ketua Umum DPP Ikapakarti Kaltim 2026–2031, DPD AKPERSI Sampaikan Harapan Besar

2 Mei 2026 - 14:57 WIB

Pembiaran Miras di Berau: Kegagalan Penegakan atau Ada yang Dilindungi?”

29 April 2026 - 10:29 WIB

Teras Samarinda Ditinjau Usai Aksi 214, Pemkot Jamin Perbaikan Segera

22 April 2026 - 09:30 WIB

Aspirasi Tanpa Anarki: Menjaga Harmoni di Samarinda

20 April 2026 - 07:34 WIB

Trending di Daerah