Menu

Mode Gelap
Unjuk Rasa Mahasiswa UMB di depan Kantor PT. Berau Coal, Mendapat Tanggapan dari Pihak Kontraktor Perusahaan PT. KDC Aksi Peduli Sesama PT. Bara Jaya Utama Bersama Sahabat Agus, Salurkan Bantuan Kepada Warga Korban Bencana Musibah Kebakaran di Kampung Pegat Bukur Kapolres Bontang Gelar Tatap Muka Dengan Masyarakat Kota Bontang Personel Polres PPU Melakukan Pengamanan Rapat Pleno Hari Ke-2 di Seluruh Kantor Kecamatan Kabupaten PPU Ketua LBHK -Wartawan Berau Dorong Penegak Hukum Jerat Mafia Tanah Dengan Pasal TPPU Ditpolairud Polda Kaltim Laksanakan Giat Sosialisasi DIPA T.A. 2023, Penandatanganan Pakta Integritas, Serta Penyerahan Rendisgar

Daerah

Kades Sungai Mariam Indra Lesmana Dukung Pelestarian Budaya Tradisional sebagai Warisan Leluhur

badge-check


					Kades Sungai Mariam Indra Lesmana Dukung Pelestarian Budaya Tradisional sebagai Warisan Leluhur Perbesar

ANGGANA, KUKAR – Ratusan warga memadati halaman Kantor Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), saat Pemerintah Desa Sungai Mariam menggelar pagelaran seni bertajuk Ekspresi Budaya Borneo, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan tersebut menampilkan beragam kesenian tradisional khas Kalimantan, mulai dari tari Dayak, atraksi sumpit tradisional, hingga alunan musik sape yang memukau para penonton. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak acara dimulai hingga berakhir.

Kepala Desa Sungai Mariam, Indra Lesmana, mengatakan kegiatan ini merupakan upaya nyata untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya lokal agar tetap dikenal serta dicintai oleh generasi muda di tengah arus modernisasi yang semakin pesat.

Menurutnya, budaya merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Kalimantan yang harus terus dijaga, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi penerus.

“Pemuda yang gagal adalah pemuda yang lupa dengan sejarahnya sendiri. Karena itu, kami ingin generasi muda mengenal, mencintai, dan bangga terhadap budaya leluhurnya,” ujar Indra Lesmana.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Desa Sungai Mariam berkomitmen memberikan ruang bagi para pelaku seni dan budaya untuk terus berkarya sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan kepada masyarakat luas.

“Kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi budaya. Kami ingin budaya Borneo tetap hidup dan menjadi kebanggaan masyarakat, khususnya generasi muda,” katanya.

Salah satu penampil tari Dayak, Rustam Efendy, mengaku bangga dapat terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi pemerintah desa yang telah memberikan kesempatan kepada para seniman lokal untuk menampilkan kemampuan dan kecintaan mereka terhadap budaya daerah.

“Terima kasih kepada Pak Kades dan seluruh masyarakat yang sudah hadir. Saya sejak kecil sudah menari, dan budaya tari Dayak sudah menjadi darah daging kami sebagai masyarakat asli Kalimantan Timur,” ungkap Rustam.

Menurutnya, tari tradisional bukan hanya sebuah pertunjukan seni, tetapi juga mengandung nilai sejarah, filosofi, dan identitas masyarakat adat yang harus terus dijaga keberlangsungannya.

“Kami ingin generasi muda tetap mencintai budaya daerahnya sendiri. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi,” tambahnya.

Sementara itu, ahli atraksi sumpit tradisional Dayak, Urie Tamai, turut menampilkan keterampilannya yang mendapat sambutan meriah dari para penonton.

Ia mengungkapkan bahwa kemampuan menggunakan sumpit telah dipelajarinya sejak kecil sebagai bagian dari tradisi masyarakat Dayak.

“Terima kasih kepada Pak Kades dan masyarakat Desa Sungai Mariam yang telah mendukung kegiatan ini. Dari kecil saya sudah berlatih menggunakan sumpit untuk berburu,” katanya.

Kini, lanjut Urie, keterampilan tersebut tidak lagi digunakan semata-mata untuk berburu, melainkan menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya yang terus diperkenalkan kepada masyarakat.

“Sekarang saya terus menampilkan budaya tradisional ini agar tidak hilang ditelan zaman. Ini adalah warisan leluhur yang harus dijaga bersama,” ujarnya.

Selain tari dan atraksi sumpit, penampilan musisi muda Aditya Clara Yooh dengan alat musik tradisional sape juga berhasil memikat perhatian pengunjung. Petikan sape yang dimainkan mengiringi suasana malam dan menghadirkan nuansa khas budaya Kalimantan yang begitu kental.

Warga yang hadir tampak antusias menyaksikan seluruh rangkaian pertunjukan. Banyak di antara mereka mengabadikan momen tersebut melalui telepon genggam dan memberikan apresiasi kepada para penampil.

Melalui kegiatan Ekspresi Budaya Borneo, Pemerintah Desa Sungai Mariam berharap kesenian dan tradisi lokal Kalimantan dapat terus lestari serta menjadi kebanggaan masyarakat di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.

Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Desa Sungai Mariam dalam menjaga warisan budaya leluhur sekaligus memperkuat identitas budaya daerah agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.(**)

Jurnalis KN: HR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rapat Hak Angket DPRD Kaltim Ditunda karena Tak Kuorum, Massa Aliansi Rakyat Kaltim Kepung Gedung Dewan

10 Juni 2026 - 11:51 WIB

Pererat silaturahmi Kerukunan Umat Beragama di Kaltim, Danrem 091/ASN ucapkan selamat merayakan hari Raya Waisak 2570 BE/2026 Masehi

4 Juni 2026 - 12:08 WIB

Penanganan Kasus Jurnalis di Berau Dinilai Memicu Perbedaan Pandangan antara Penegak Hukum dan Insan Pers

3 Juni 2026 - 02:04 WIB

Inovasi Kepala Kampung Muara Lesan: Kakao Jadi Harapan Baru Ekonomi Berkelanjutan

2 Juni 2026 - 03:56 WIB

DPW Laskar Banjar Borneo Samarinda Hadiri Aruh Ganal Budaya Banjar ke-3

30 Mei 2026 - 11:15 WIB

Trending di Daerah