*KUTAI BARAT* — Sejumlah masyarakat Kampung Siram Makmur menyampaikan aspirasi terkait kinerja Petinggi Kampung yang dinilai sudah tidak layak lagi menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai kepala kampung.
Dalam pernyataan yang dihimpun, warga menyebutkan bahwa yang bersangkutan diduga telah beberapa kali membuat keresahan di tengah masyarakat Kampung Siram Makmur.
Selain itu, terdapat dugaan pemberian gaji kepada staf yang sudah tidak aktif selama kurang lebih enam bulan.

Tak hanya itu, warga juga menilai sejumlah kegiatan yang menggunakan Dana Desa tidak tepat sasaran dan tidak memberikan manfaat bagi masyarakat, sehingga dianggap merugikan warga Kampung Siram Makmur.
Permasalahan lain yang menjadi sorotan adalah sikap yang bersangkutan yang sebelumnya telah membuat surat pernyataan pengunduran diri dari jabatan Petinggi Kampung Siram Makmur.
Namun demikian, hingga saat ini yang bersangkutan masih tetap menjalankan tugasnya sebagai petinggi.
Warga juga mengungkapkan bahwa yang bersangkutan kini sudah jarang aktif berkantor di Kantor Petinggi Kampung Siram Makmur, sehingga pelayanan kepada masyarakat dinilai tidak berjalan optimal.
Atas berbagai hal tersebut, masyarakat Kampung Siram Makmur menilai bahwa yang bersangkutan sudah tidak layak lagi menjabat sebagai Petinggi Kampung.
Melalui pernyataan ini, warga meminta kepada Bupati Kabupaten Kutai Barat untuk segera mengambil tindakan tegas berupa pemberhentian yang bersangkutan dari jabatannya sebagai Petinggi Kampung Siram Makmur.
Selain itu, masyarakat juga memohon agar pihak berwenang memproses segala dugaan pelanggaran yang telah dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Tim KN.














